
««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Al Mumtahanah 1
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
««•»»
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu 'aduwwii wa'aduwwakum awliyaa-a tulquuna ilayhim bialmawaddati waqad kafaruu bimaa jaa-akum mina alhaqqi yukhrijuuna alrrasuula wa-iyyaakum an tu/minuu biallaahi rabbikum in kuntum kharajtum jihaadan fii sabiilii waibtighaa-a mardaatii tusirruuna ilayhim bialmawaddati wa-anaa a'lamu bimaa akhfaytum wamaa a'lantum waman yaf'alhu minkum faqad dhalla sawaa-a alssabiili
««•»»
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
««•»»
O you who have faith! Do not take My enemy and your enemy for friends, [secretly] offering them affection (for they have certainly defied whatever has come to you of the truth, expelling the Apostle and you, because you have faith in Allah, your Lord) if you have set out for jihād in My way and to seek My pleasure. You secretly nourish affection for them, while I know well whatever you hide and whatever you disclose, and whoever among you does that has certainly strayed from the right way.
««•»»
Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Imam-imam yang lain bahwa telah datang ke Madinah dari Mekah seorang wanita bernama Sarrah untuk suatu keperluan. Waktu itu orang-orang musyrik Mekah baru saja melanggar perjanjian Hudaibiyah, suatu perjanjian damai yang dibuat mereka dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sedang mempertimbangkan suatu batas waktu tertentu, sebagai masa berpikir bagi orang-orang musyrik Mekah. Rasulullah bermaksud, jika batas waktu yang ditentukan habis dan orang-orang musyrik tetap pada sikap mereka semula, maka Rasulullah bermaksud menyerbu kota Mekah.
Sarrah disuruh tinggal oleh Rasulullah bersama keluarga Bani Abdul Mutalib, dan mengharapkan agar Bani Muttalib memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal bagi Sarrah. Setelah beberapa lama tinggal di Madinah, maka Sarrah bermaksud kembali ke Mekah. Maka Hatib bin Abi Balta'ah seorang sahabat Rasulullah yang ikut perang Badar menemui Sarrah mengirimkan sepucuk surat kepada keluarganya yang masih tinggal di Mekah, dengan memberikan kepada Sarah sepuluh dinar sebagai tanda terima kasihnya kepada Sarrah. Dalam surat itu Hatib menerangkan kepada keluarganya bahwa Rasulullah akan mengambil tindakan kepada orang Musyrik Mekah, setelah habis masa yang ditentukan itu.
Kejadian itu disampaikan Jibril kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah pun menyuruh Ali bin Abi Talib, `Ammar, Talhah, Az Zubair, Al Miqdad dan Aba Marsid menyusul Sarrah dan mengambil darinya surat yang dikirimkan Hatib itu. Semua sahabat yang disuruh Rasulullah itu adalah dari pasukan berkuda. Nabi berkata kepada mereka: "Segeralah pergi ke Khakh (suatu lembah yang terletak antara Mekah dan Madinah) di sana ada seorang perempuan dalam usungan. Dia membawa surat untuk penduduk Mekah. Maka ambillah surat itu dari padanya, dan biarkan dia itu pergi ke Mekah.
Maka para sahabat itu memacu kudanya hingga sampai ke tempat wanita itu dan meminta suratnye. Mula-mula wanita itu enggan memberikannya. Setelah didesak dengan keras, barulah ia memberikan surat itu yang dikeluarkan dari sanggulnya Setelah para sahabat kembali, maka Hatib dipanggil Rasulullah dan menanyakan sebab ia menulis surat itu. Hatib menerangkan bahwa ia bermaksud untuk melindungi keluarganya yang ada di Mekah, seandainya kaum muslimin memasuki kota Mekah nanti. bukan bermaksud untuk membukakan rahasia itu kepada kaum musyrikin. Rasulullah SAW. dapat membenarkan alasan Haub itu, tetapi Umar bin Khattab berkata: "Ya Rasulullah, serahkanlah orang munafik itu agar aku pancung lehernya". Rasulullah berkata: "Hatib adalah sahabat yang ikut perang Badar". Maka turunlah ayat ini.
Ayat ini memperingatkan kaum muslimin agar mereka tidak mengadakan hubungan kasih sayang dengan orang-orang musyrikin yang menjadi musuh Allah dan musuh muslimin. Karena dengan adanya hubungan yang demikian itu dengan tidak sadar, mereka telah membukakan rahasia-rahasia kaum muslimin menyampaikan sesuatu yang akan dilaksanakan Rasulullah SAW. kepada mereka dalam usaha menegakkan kalimat Allah. Janganlah sekali-kali dilakukan yang demikian itu sekalipun mereka kaum kerabatmu.
Menjadikan oarng-orang kafir yang memusuhi kaum muslimin sebagai teman setia dan penolong adalah suatu hal yang dilarang, tidak mungkin dilakukan selama orang-orang kafir itu berkeinginan untuk menghancurkan agama Islam dan kaum muslimin. Karena itu dilarang kaum muslimin bertolong-tolongan dengan orang kafir yang seperti itu.
Kemudian diterangkan sebab Allah melarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia, yaitu:
وما نقموا منهم إلا أن يؤمنوا بالله العزيز الحميد
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(QS Al Buruj [85]:8)
Dan firman Allah SWT:
الذين أخرجوا من ديارهم بغير حق إلا أن يقولوا ربنا الله
(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tenpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah".
(QS Al Hajj [22]:40)
Allah memperingatkan kaum muslimin bahwa jika kamu keluar dari negerimu atau terusir karena berjihad di jalan Allah dan mencari keridaan-Nya, maka janganlah sekali-kali menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman setia dan penolong-penolongmu. Cukuplah kaum muslim menderita dengan tindakan-tindakan mereka itu, dan jangan sekali-kali memberi kesempatan kepada orang-orang kafir menambah penderitaan kaum muslimin.
Bagaimana mungkin ada di antara kaum muslimin melakukan seperti yang dilakukan Hatib menyampaikan kepada orang-orang kafir langkah-langkah yang akan diambil Rasulullah dalam menghadapi orang-orang kafir, kenapa bertolong-tolongan dengan mereka?
Allah SWT Maha Mengetahui segala yang dilakukan hamba-hamba-Nya, karena itu Dia menyampaikan hal itu kepada Rasul-Nya, sehingga Rasulullah segera dapat mengambil tindakan, sehingga kaum muslimin tidak dirugikan.
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa barang siapa yang berkasih-kasihan dengan musuh Islam dan menjadikan mereka sebagai penolong-penolong, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang lurus yang telah dibentangkan Allah, yang menyampaikan mereka ke dalam surga, tempat yang penuh kenikmatan.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian) yakni orang-orang kafir Mekah (menjadi teman-teman setia yang kalian sampaikan) kalian beritakan (kepada mereka) tujuan Nabi saw. yang akan memerangi mereka; Nabi memerintahkan kepada kalian supaya merahasiakannya yaitu sewaktu perang Hunain (karena rasa kasih sayang) di antara kalian dan mereka.
Sehubungan dengan peristiwa ini Hathib bin Abu Balta`ah mengirimkan sepucuk surat kepada orang-orang musyrik, karena Hathib mempunyai beberapa orang anak dan sanak famili yang musyrik. Akan tetapi Nabi saw. dapat mengambil surah itu dari tangan orang yang diutus olehnya, berkat pemberitahuan dari Allah kepada Nabi saw. melalui wahyu-Nya.
Lalu alasan dan permintaan maaf Hathib diterima oleh Nabi saw. (padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepada kalian) yakni agama Islam dan Alquran (mereka mengusir Rasul dan mengusir kalian) dari Mekah setelah terlebih dahulu mereka mengganggu kalian supaya kalian keluar dari Mekah (karena kalian beriman) disebabkan kalian beriman (kepada Allah, Rabb kalian. Jika kalian benar-benar keluar untuk berjihad) untuk melakukan jihad (pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku) maka janganlah kalian mengambil mereka sebagai teman-teman setia. Jawab syarat ini disimpulkan dari pengertian ayat yang selanjutnya, yaitu: (Kalian memberitahukan secara rahasia kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan.
Dan barang siapa di antara kalian yang melakukannya) yaitu memberitahukan berita-berita Nabi saw. kepada orang-orang musyrik secara rahasia (maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus) artinya menyimpang dari jalan hidayah. Lafal as-sawaa menurut pengertian asalnya berarti tengah-tengah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
««•»»
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu laa tattakhidzuu 'aduwwii wa'aduwwakum awliyaa-a tulquuna ilayhim bialmawaddati waqad kafaruu bimaa jaa-akum mina alhaqqi yukhrijuuna alrrasuula wa-iyyaakum an tu/minuu biallaahi rabbikum in kuntum kharajtum jihaadan fii sabiilii waibtighaa-a mardaatii tusirruuna ilayhim bialmawaddati wa-anaa a'lamu bimaa akhfaytum wamaa a'lantum waman yaf'alhu minkum faqad dhalla sawaa-a alssabiili
««•»»
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
««•»»
O you who have faith! Do not take My enemy and your enemy for friends, [secretly] offering them affection (for they have certainly defied whatever has come to you of the truth, expelling the Apostle and you, because you have faith in Allah, your Lord) if you have set out for jihād in My way and to seek My pleasure. You secretly nourish affection for them, while I know well whatever you hide and whatever you disclose, and whoever among you does that has certainly strayed from the right way.
««•»»
Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Imam-imam yang lain bahwa telah datang ke Madinah dari Mekah seorang wanita bernama Sarrah untuk suatu keperluan. Waktu itu orang-orang musyrik Mekah baru saja melanggar perjanjian Hudaibiyah, suatu perjanjian damai yang dibuat mereka dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sedang mempertimbangkan suatu batas waktu tertentu, sebagai masa berpikir bagi orang-orang musyrik Mekah. Rasulullah bermaksud, jika batas waktu yang ditentukan habis dan orang-orang musyrik tetap pada sikap mereka semula, maka Rasulullah bermaksud menyerbu kota Mekah.
Sarrah disuruh tinggal oleh Rasulullah bersama keluarga Bani Abdul Mutalib, dan mengharapkan agar Bani Muttalib memberi nafkah, pakaian dan tempat tinggal bagi Sarrah. Setelah beberapa lama tinggal di Madinah, maka Sarrah bermaksud kembali ke Mekah. Maka Hatib bin Abi Balta'ah seorang sahabat Rasulullah yang ikut perang Badar menemui Sarrah mengirimkan sepucuk surat kepada keluarganya yang masih tinggal di Mekah, dengan memberikan kepada Sarah sepuluh dinar sebagai tanda terima kasihnya kepada Sarrah. Dalam surat itu Hatib menerangkan kepada keluarganya bahwa Rasulullah akan mengambil tindakan kepada orang Musyrik Mekah, setelah habis masa yang ditentukan itu.
Kejadian itu disampaikan Jibril kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah pun menyuruh Ali bin Abi Talib, `Ammar, Talhah, Az Zubair, Al Miqdad dan Aba Marsid menyusul Sarrah dan mengambil darinya surat yang dikirimkan Hatib itu. Semua sahabat yang disuruh Rasulullah itu adalah dari pasukan berkuda. Nabi berkata kepada mereka: "Segeralah pergi ke Khakh (suatu lembah yang terletak antara Mekah dan Madinah) di sana ada seorang perempuan dalam usungan. Dia membawa surat untuk penduduk Mekah. Maka ambillah surat itu dari padanya, dan biarkan dia itu pergi ke Mekah.
Maka para sahabat itu memacu kudanya hingga sampai ke tempat wanita itu dan meminta suratnye. Mula-mula wanita itu enggan memberikannya. Setelah didesak dengan keras, barulah ia memberikan surat itu yang dikeluarkan dari sanggulnya Setelah para sahabat kembali, maka Hatib dipanggil Rasulullah dan menanyakan sebab ia menulis surat itu. Hatib menerangkan bahwa ia bermaksud untuk melindungi keluarganya yang ada di Mekah, seandainya kaum muslimin memasuki kota Mekah nanti. bukan bermaksud untuk membukakan rahasia itu kepada kaum musyrikin. Rasulullah SAW. dapat membenarkan alasan Haub itu, tetapi Umar bin Khattab berkata: "Ya Rasulullah, serahkanlah orang munafik itu agar aku pancung lehernya". Rasulullah berkata: "Hatib adalah sahabat yang ikut perang Badar". Maka turunlah ayat ini.
Ayat ini memperingatkan kaum muslimin agar mereka tidak mengadakan hubungan kasih sayang dengan orang-orang musyrikin yang menjadi musuh Allah dan musuh muslimin. Karena dengan adanya hubungan yang demikian itu dengan tidak sadar, mereka telah membukakan rahasia-rahasia kaum muslimin menyampaikan sesuatu yang akan dilaksanakan Rasulullah SAW. kepada mereka dalam usaha menegakkan kalimat Allah. Janganlah sekali-kali dilakukan yang demikian itu sekalipun mereka kaum kerabatmu.
Menjadikan oarng-orang kafir yang memusuhi kaum muslimin sebagai teman setia dan penolong adalah suatu hal yang dilarang, tidak mungkin dilakukan selama orang-orang kafir itu berkeinginan untuk menghancurkan agama Islam dan kaum muslimin. Karena itu dilarang kaum muslimin bertolong-tolongan dengan orang kafir yang seperti itu.
Kemudian diterangkan sebab Allah melarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia, yaitu:
- Karena mereka menyangkal dan tidak membenarkan semua yang dibawa Rasulullah. Mereka ingkar kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada Alquran. Mungkinkah orang yang seperti itu dijadikan sebagai penolong-penolong dan teman setia? Kemudian disampaikan kepada mereka rahasia-rahasiamu. yang bermanfaat bagi mereka dan menimbulkan bahaya bagi kaum muslimin ?
- Mereka, orang-orang kafir itu telah mengusir Rasulullah dan orang-orang Muhajirin dari kampung halaman mereka, karena beriman kepada Allah bukan karena sebab yang lain.
وما نقموا منهم إلا أن يؤمنوا بالله العزيز الحميد
Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(QS Al Buruj [85]:8)
Dan firman Allah SWT:
الذين أخرجوا من ديارهم بغير حق إلا أن يقولوا ربنا الله
(Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tenpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah".
(QS Al Hajj [22]:40)
Allah memperingatkan kaum muslimin bahwa jika kamu keluar dari negerimu atau terusir karena berjihad di jalan Allah dan mencari keridaan-Nya, maka janganlah sekali-kali menjadikan orang-orang kafir itu sebagai teman setia dan penolong-penolongmu. Cukuplah kaum muslim menderita dengan tindakan-tindakan mereka itu, dan jangan sekali-kali memberi kesempatan kepada orang-orang kafir menambah penderitaan kaum muslimin.
Bagaimana mungkin ada di antara kaum muslimin melakukan seperti yang dilakukan Hatib menyampaikan kepada orang-orang kafir langkah-langkah yang akan diambil Rasulullah dalam menghadapi orang-orang kafir, kenapa bertolong-tolongan dengan mereka?
Allah SWT Maha Mengetahui segala yang dilakukan hamba-hamba-Nya, karena itu Dia menyampaikan hal itu kepada Rasul-Nya, sehingga Rasulullah segera dapat mengambil tindakan, sehingga kaum muslimin tidak dirugikan.
Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa barang siapa yang berkasih-kasihan dengan musuh Islam dan menjadikan mereka sebagai penolong-penolong, berarti ia telah menyimpang dari jalan yang lurus yang telah dibentangkan Allah, yang menyampaikan mereka ke dalam surga, tempat yang penuh kenikmatan.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian) yakni orang-orang kafir Mekah (menjadi teman-teman setia yang kalian sampaikan) kalian beritakan (kepada mereka) tujuan Nabi saw. yang akan memerangi mereka; Nabi memerintahkan kepada kalian supaya merahasiakannya yaitu sewaktu perang Hunain (karena rasa kasih sayang) di antara kalian dan mereka.
Sehubungan dengan peristiwa ini Hathib bin Abu Balta`ah mengirimkan sepucuk surat kepada orang-orang musyrik, karena Hathib mempunyai beberapa orang anak dan sanak famili yang musyrik. Akan tetapi Nabi saw. dapat mengambil surah itu dari tangan orang yang diutus olehnya, berkat pemberitahuan dari Allah kepada Nabi saw. melalui wahyu-Nya.
Lalu alasan dan permintaan maaf Hathib diterima oleh Nabi saw. (padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepada kalian) yakni agama Islam dan Alquran (mereka mengusir Rasul dan mengusir kalian) dari Mekah setelah terlebih dahulu mereka mengganggu kalian supaya kalian keluar dari Mekah (karena kalian beriman) disebabkan kalian beriman (kepada Allah, Rabb kalian. Jika kalian benar-benar keluar untuk berjihad) untuk melakukan jihad (pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku) maka janganlah kalian mengambil mereka sebagai teman-teman setia. Jawab syarat ini disimpulkan dari pengertian ayat yang selanjutnya, yaitu: (Kalian memberitahukan secara rahasia kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan.
Dan barang siapa di antara kalian yang melakukannya) yaitu memberitahukan berita-berita Nabi saw. kepada orang-orang musyrik secara rahasia (maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus) artinya menyimpang dari jalan hidayah. Lafal as-sawaa menurut pengertian asalnya berarti tengah-tengah.
««•»»
O you who believe, do not take My enemy and your enemy, namely, the disbelievers of Mecca, for friends. You offer, you communicate to, them, the Prophet’s plan (s) to attack them, which he had confided to you, and had kept secret, at Hunayn, [communicating this to them out of], affection, between you and them. Hātib b. Abī Balta‘a sent them a letter to that effect, on account of his having children and close relatives, idolaters, among them.
The Prophet (s) intercepted it from the person to whom he [Hātib] had given it to deliver, after God apprised him of this. Hātib’s excuse for this [conduct of his] was accepted [by the Prophet]; when verily they have disbelieved in the truth that has come to you, that is, [in] the religion of Islam and the Qur’ān, expelling the Messenger and you, from Mecca, by oppressing you, because you believe in God, your Lord. If you have gone forth to struggle in My way and to seek My pleasure … (the response to the conditional is indicated by what preceded, that is to say, [understand it as being] ‘then do not take them as friends’).
You secretly harbour affection for them, when I know well what you hide and what you proclaim. And whoever among you does that, that is, to secretly communicate the Prophet’s news to them, has verily strayed from the right way, he has missed the path of guidance (originally, al-sawā’ means ‘the middle [way]’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of13
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=60&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#60:1
O you who believe, do not take My enemy and your enemy, namely, the disbelievers of Mecca, for friends. You offer, you communicate to, them, the Prophet’s plan (s) to attack them, which he had confided to you, and had kept secret, at Hunayn, [communicating this to them out of], affection, between you and them. Hātib b. Abī Balta‘a sent them a letter to that effect, on account of his having children and close relatives, idolaters, among them.
The Prophet (s) intercepted it from the person to whom he [Hātib] had given it to deliver, after God apprised him of this. Hātib’s excuse for this [conduct of his] was accepted [by the Prophet]; when verily they have disbelieved in the truth that has come to you, that is, [in] the religion of Islam and the Qur’ān, expelling the Messenger and you, from Mecca, by oppressing you, because you believe in God, your Lord. If you have gone forth to struggle in My way and to seek My pleasure … (the response to the conditional is indicated by what preceded, that is to say, [understand it as being] ‘then do not take them as friends’).
You secretly harbour affection for them, when I know well what you hide and what you proclaim. And whoever among you does that, that is, to secretly communicate the Prophet’s news to them, has verily strayed from the right way, he has missed the path of guidance (originally, al-sawā’ means ‘the middle [way]’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of13
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=60&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#60:1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar